Ancaman Kesehatan Mental Siswa Pada Masa Pandemi

Ancaman Kesehatan Mental Siswa Pada Masa Pandemi

Sebagai langkah awal yang dapat dilakukan orang tua adalah menumbuhkan kesadaran untuk mengenali dan mengelola diri. Kenali hal apa saja yang memicu stress dalam diri, ambil waktu sejenak untuk mengambil jarak, atau melakukan relaksasi untuk menjernihkan pikiran dan emosi, sehingga dapat kembali memberi respon dengan perilaku yang positif. Banyak aduan dari orangtua yang mengatakan bahwa anaknya menjadi sedih dan kehilangan semangat, bahkan ada anak yang sifatnya berubah menjadi pemarah karena kecewa tidak bisa keluar rumah untuk bersosialisasi. Apalagi untuk mahasiswa kelas karyawan yang setiap harinya kerja dan di waktu libur harus pergi ke kampus, waktu senggang pun masih harus buka pembelajaran on-line, dan itu pasti sangat membosankan apalagi jika sudah dikejar waktu deadline. Tentunya anak-anak juga akan mengalami hal yang sama, mengantuk, bosan, mematikan video mereka, dan mencari-cari kegiatan-kegiatan lain untuk menghilangkan rasa bosan mereka.

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk belajar yang efektif di rumah pada masa pandemi. Jadi, selain meluangkan waktu untuk melakukan olahraga ringan saat kamu merasa jenuh belajar, kamu juga harus bisa meluangkan waktu untuk melakukan olahraga rutin selama belajar dari rumah minimal sehari dalam seminggu, ya, Pahamifren. Misalnya kalau selama ini kamu belajar di kamar kamu atau di ruang keluarga, kamu bisa pindah belajar di teras atau halaman belakang rumah kamu. Suasana halaman depan atau belakang yang terbuka bisa membuat kamu menghirup udara yang lebih segar dan meningkatkan temper belajar kamu.

Mengatasi rasa bosan terhadap anak-anak ketika sekolah online

Selain untuk menjaga agar ia tidak bosan, juga menjaga agar matanya tetap sehat. Karenanya, hal ini jadi evaluasi tersendiri bagi orang tua sebelum menuntut agar anak dapat belajar dengan fokus dan semangat. Untuk mempermudah kegiatan beajar dari rumah, kalian bisa menggunakan aplikasi belajar online Judi Online yang saat ini banyak tersedia di toko aplikasi. Banyaknya aktivitas yang dilakukan di rumah ini berpotensi menimbulkan kebosanan bagi siswa yang harus belajar dari rumah.

Kendala yang seperti ini tentunya menjadi tanggung jawab besar bagi seorang guru atau kemendikbud yang mengatur pendidikan dalam masa pandemi ini. Tentunya kita dapat melihat solusi dan cara mengatasi Kemendikbud dalam kendala belajar siswa seperti disalurkannya kouta dengan provider telkomsel yang akses jaringannya sangat memadai di kondisi atau situasi letak geografis mana pun itu. Serta mulailah ada kegiatan guru mendatangi siswanya di rumah dalam hal ini mengontrol siswanya belajar di rumah, ini salah satu bentuk perhatian guru dalam menghadapi pandemi ini. Dalam paradigma baru itu harus guru sebagai fasiliator kepada siswanya.

Terlebih pada kelas kecil, seringkali siswa mulai mengeluhkan kebosanan akibat tidak dapat belajar sambil bertatap muka secara langsung dengan teman-teman di sekolah. Rasa jenuh dan bosan ini pun akhirnya berakibat pada menurunnya konsentrasi dan motivasi anak dalam belajar. Liputan6.com, Jakarta Pembelajaran on-line menjadi alternatif metode belajar yang dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran virus corona. Belajar di rumah membuat kebanyakan remaja merasa jenuh, malas, tidak produktif hingga kangen dengan teman-teman di sekolah. Terlebih mengingat manusia adalah makhluk sosial yang seharusnya berinteraksi dengan orang lain. Penting bagi orang tua untuk meluangkan waktu dalam menemani belajar anak.

Pandemi COVID-19 membuat anak harus beradaptasi dengan cara belajar online dari rumah. Apalagi mereka tidak bisa bertemu dengan teman-temannya, yang membuat proses belajar online mungkin menjadi sulit dan membosankan. Lebih lanjut, Kak Seto menjelaskan, dalam menjalani aktivitas belajar di rumah ini memang diperlukan kreativitas dan mental yang tahan banting. Memperkuat psychological anak juga diperlukan dalam hal ini, namun semua harus dimulai dari orang tua terlebih dahulu. Ia juga mengimbau, orang tua harus selalu sehat dan kuat hidup selalu GEMBIRA, yakni Gerak, Emosi Cerdas, Merepresentasikan makan dan minum sehat, Beribadah, Istirahat cukup, Rukun, dan Aktif.

Comments are closed.